
Malam ada siang pun pasti ada. This is real for life. Dan jalan lurus itu tidak ada.
Secangkir susu putih dihadapannya pagi itu. Begitu pula nasi putih menumpuk dipiringnya. Trrrt trrrt getar hpnya. Dengan tatapan serius Iyan memandangi hpnya. Jari tangannya bergoyang meliak liuk menekan tombol tombol kecil di gadgetnya itu. Tanpa sadar sarapannya terbengkalai. "Nah, udah 6:45" kagetnya "cepet banget lah. Perasaan baru mau sarapan. Aih" pikirnya. Tanpa buang waktu ia meletakkan hp lalu sarapan dengan sedikit makan nasi dan minum segelas susu. Tumben memang hari itu ada susu disarapannya. Biasanya gak pernah sama sekali.
Hari hari ini dirinya disibukkan dengan bunyi hp dikantongnya. Entah itu dari operator atau dari nomor gak jelas yg biasanya hanya 4 digit itu. Maklum, hpnya baru diservice mungkin yg nyervis lupa masang aplikasi terima pesan. Jadi gak ada pesan masuk sama sekali. Hihii
Seperti biasanya, hari harinya yg selalu disibukkan dengan pekerjaan yg membosankan baginya. Namun ada hal lain yg membuat dirinya tak patah arang untuk terus semangat dalam bekerja. Bukan alasan profesionalitas ataupun loyalitas. Tapi alasan untuk secarik kertas kelak yg bisa ia dapat. Berulang kali dia berfikir untuk mundur dari perusahaan itu. Namun alasan yg sepele itulah yg membuatnya betah sampai saat ini. Sebenernya bukan tak punya pekerjaan lain jika keluar dari tempat kerjanya. Tapi tak semudah datang dan pergi begitu saja baginya. Tentu tetap menghormati orang yg membawanya. Dan akhirnya loyalitas yg terpaksa-lah yang keluar.
Sepanjang hari itu bukan hari yg sangat membosankan. Ada dua hal penting yg membangkitkan semangatnya. Dua hal sekaligus datang bersamaan. Namun seperti biasa. Selalu ada hal lain yg membuatnya pening berat. Kaya menteri menteri yg kena kasus korupsi itu. Memang dalam hidup ada susah dan senang. Tapi selalu banyak susahnya. It's not true. Tergantung menyikapinya.
Ting tung hpnya berbunyi. "Ada pesan" pikir Iyan "Butuh pasokan 10 ton per minggu" wow kejutnya dalam hati. Fantastis hari itu. Permulaan yg bagus. "10ton × Rp3750 = 30jt lebih" pikirnya sambil garuk garuk kepala. Bukannya senag, tapi malah puyeng baginya. Pasalnya usahanya sempat berhenti sebulan lebih. Bukan karena apa apa. Tapi karena faktor alam yg kurang bersahabat baginya. Kondisi bimbang menghantuinya "kalo gwa ambil dari mana gwa dapet barang. Kalo gak gwa ambil buyer kecewa. Haaahh" pusingnya. "Ah, alasan lain aja" sambil menahan rasa tak enak di sampaikan ke buyer kalo hari itu tidak ready stok. Dengan alasan yg tak logis buat ditelan. Dengan tangan hampa harus melepaskan peluang didepannya. Tapi dia yakin, peluang tidak cuma satu. Setiap hari pasti ada siang. Dan tiap hari itupun ada prluang juga.

Ting tung... kembali hpnya berdering. Ia pikir orderan lagi. Dan pikirnya dia harus membuat pelanggan kecewa untuk yg kedua kalinya. Ding dong'''' ternyata wanita idamannya sms. Waw its magic katanya. "Sehari ada dua kejutan. Tumben dia sms. Biasanya gwa sms sampe 5 kali gak dibales. Paling juga malah gak dibaca. Argh gak masalah. Yg penting ini sms dari dia" senangnya. Tak lama lama dia bales sms itu. Tapi lagi lagi banyak rintangan dijalan hidupnya. "Pendiiiing... taik!!" Kesal iyan. Ntah kenapa tiba tiba pending. Mungkin cobaan tuhan itu bukan hanya sekali dua kali.
Dalam kejutnya itu dia berfikir. Iyan ingat akan suatu hal. Dimana kala itu Tuhan akan mengabulkan keinginan kita sesuai kebutuhan. Dan ketika tidak kita butuhkan barangkali akan diganti dengan doa yg sangat kita butuhkan. "Mungkin Tuhan mendengarkan. Kalo gwa butuh dia" begitu ungkapan hatinya kala itu. Dengan berdiam diri dipojok bilik kosannya dia berfikir..dengan beban kehidupan yg harus dia ambil krputusan setiap harinya. Membuatnya terkadang lelah dengan keadaan. Dan menyerah dari ambisi yg dibangunnya sejak kecil. Terus berharap.